Racun Tubuh tidak Hilang karena Banjir Keringat

Racun Tubuh tidak Hilang karena Banjir Keringat
Dikutip dari INILAH.COM
(Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Tidak perlu meragukan kandungan gizi sayur, buah, produk laut dan daging. Tak juga bisa dipungkiri, bahan makanan itu membawa residu racun.

Ikan tercemar merkuri (air raksa), apel ditumpangi pestisida, bahkan hawa harum mobil baru tidak lepas dari polyvinyl chlorida.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), melaporkan tidak kurang dari 60 kandungan racun yang berhasil terdeteksi pada dua ribu orang yang terjaring survei pada 2005.

Termasuk di antaranya racun seram seperti dioxin dan uranium yang ditemukan pada pemeriksan darah dan urin. Seperti dikatakan CDC tidak banyak yang menyadari kehadiran racun itu dalam tubuh. Hawa racun itu menjadi harum di tangan industri.

Sekian dana disisihkan untuk belanja pil, tonik, diet, penyerap racun yang ditempelkan pada tubuh, program detoksi, sauna yang memaksa keringat penuh racun itu mengucur keluar tubuh. Pertanyaannya kemudian, berhasilkah program itu mengusir racun?

Perawatan sauna menyodorkan daftar manfaat bagi kesehatan. Menurunkan berat badan, menghilangkan rasa sakit namun sebagian besar konsumen datang dengan tujuan yang pasti yakni ingin membuang racun dalam tubuh.

Sebuah website pusat detoksi menyebutkan keringat yang mengalir melalui pori-pori, membuang serta pestisida dan bahan kimia industri terutama merkuri dan arsenik.

Pusat perawatan itu tidak menyebutkan efek samping dari menggusur racun dengan cara memaksa tubuh basah kuyup berkeringat. Disebutkan, selama ini konsumen yang menjalani perawatan rutin, tidak pernah menderita flu berat selama bertahun-tahun.

Menurut Profesor Dee Anna Glaser pakar dermatologi dari Universitas St Louis, cairan keringat membawa pula sejumlah racun tubuh. Hanya saja perlu dipahami bahwa fungsi utama keringat adalah mendinginkan tubuh yang kepanasan.

“Dipaksa berkeringat tidak mendatangkan banyak manfaat dan belum tentu menguras racun tubuh,” jelas Prof Glaser.

Kucuran keringat terlalu deras justru menyebabkan detoksi alami tubuh terganggu, karena hati dan ginjal menyaring racun dari darah, jika tidak cukup cairan, bisa saja menyebabkan dehidrasi pada akhirnya membuat kedua organ tubuh itu stres.

Pendapat yang kurang lebih sama disampaikan oleh pakar Toksikologi Lingkungan Profesor Donald Smith dari Universitas California di Santa Cruz. Ditegaskan bahwa berkeringat banyak tidak serta merta membersihkan merkuri dan bahan lainnya dari tubuh.

Hampir semua racun itu dikeluarkan melalui urin dan tinja, hanya 1% yang dibuang dengan keringat. Dengan kata lain, jumlah racun tubuh yang berhasil disingkirkan oleh mandi gayung tidak jauh berbeda dengan perawatan sauna. [L1].

Satu Tanggapan

  1. artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:
    http://www.infogue.com/
    http://psikologi.infogue.com/racun_tubuh_tidak_hilang_karena_banjir_keringat

    anda bisa promosikan artikel anda di infoGue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

Tinggalkan Balasan